...Buat Basudara yang mau berbagi...
 
IndeksPortalGalleryPendaftaranLogin

Share
 

 Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI

Go down 
PengirimMessage
Fahmi Sallatalohy
Ranking 6 (0 Bintang)
Ranking 6 (0 Bintang)
Fahmi Sallatalohy

Jumlah posting : 38
Registration date : 11.10.07

Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI Empty
PostSubyek: Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI   Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI Icon_minitimeMon Apr 21, 2008 8:59 am

Catatan Jelang MUBES IKASSI Ambon

REAKTUALISASI MAKNA “SISSODIDO”

Oleh: Fahmi Salatalohy
Kandidat Doktor Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta




Percakapan Imajiner (tabea upulatu lo)

+Sissodido uuu?……. mi kabar amaone?
- Ma kabar mai-mai amane…?
+Kantine Mitupa hiyone?
-dumai matupa ho amanno, dumai se hiwaponno, dumai malauna jawa
+ende kantine miyoso sallo?
- tau maoso iosa tauu
+Mirugi kadii????
- Sioo…na iyoso amaone? kantine sissodido dolo beda tua sakarang.
Dolo: taumansiao lahanno silebe eko, iko nalaku niharum nalaa?
kantine, isa-isai urus nia, ende nemaropi ke tau, yang penting ikaa, tua iwaka amanno mai-mai.
+Mangke na miyoso Mubes
- Elo upu…?
+Mubes emmi sallo?
-Musayawarah besar
+Istilah salemmi de’e kooi…..?
-Mirupa-rupano naa…mitannyio upoposu!
“amii…? tau pernah ma mengenal Mubes, tapi ma rukun, ma nyaman nalaaa, kalo ma osoburu…? diyoma ni merdu nalaa? imi kantine kapoomi samaskali. Tapi tau apa-apa, ami mahitolo ni, ma kehe’e amanno wau womi nia, mijagalo mai-mai e?”
+ eh kapoo’u
+ Ende mihanue amanno amaone?
“Tergantung ma kesepakatan se mubes he upu, mungkin ma tupa sama-sama mapsara mai-mai, maostanei tua kemampuan masing-masing, biar anaisei yang penting ami bisa ma maju dee”.
+hau hanya a titip : tau bole paku-paku emi, mipsara laa-laa’a, miyoso iosa harus enusu mi akal. Kalau mitupa secara kekeluargaan, imi bisa mimaju elebe mansiao lahanno.
+ Tapi…? hau a pesan : imi hutuwami harus neumuse, tau boleh sa mangiri sane, tau boleh mi rasa bangga tua mi jabatan idaa, loloomi, harus saling minoro’o, tau bole oraami ida, tao boleh miyaramana idaa”
“tau bole kohu hutuwami esa kooi, pesan he emaropi wau lolooko”.


Pendahuluan

Permintaan tulisan ini sebenarnya berasal dari adik-adik saya yang imut-imut dan tampan. Saya salut atas ketekunan dan daya jelajah yang spektakuler: Dino, Giman, Bat, Samat, Farid, Harman, Uceng. Kami adalah beberapa bagian dari generasi Siri Sori Islam yang selalu melakukan dialog-dialog rutin tentang kondisi amanno, walaupun hanya melalui telpon, email & SMS. Kami sadar benar, tanpa pandang siapa, dan apa marga kami, tapi niat kami tulus dan satu, hanya untuk sissodido.
Kenyataan membuktikan, bahwa fragmentasi kekuatan orang siri sori di Ambon atau di manapun, seiring dengan waktu perlahan-lahan redup, kalau lebih kasar saya bilang “sudah mati”. Hanya katong dibedakan oleh suatu fragmentasi kekuatan para politisi “amanno”: Bang Man Holle, Bang Lutfi, Bang Kutni, Bang Saleh, Bang Afras, Bang haji Ucen, yang saya yakin, tidak mungkin setiap saat katong berlindung di ketiak mereka. Namun harus diakui, mereka inilah yang “menaikkan derajat” orang Siri Sori di pentas Maluku. Bahkan dengan mereka, mansiao lahanno sianggap iko “lawan” pidaa’ido dalam kancah pertarungan primordialisme saat ini.
Di balik ketenaran itu, ternyata katong lupa bahwa generasi Siri Sori lainnya masih bisa berjuang sendiri-sendiri (single fighter). Bang Mat Salatalohy (Alm) Bang Ali Sanaky (Alm) semoga Allah meridhai mereka. Bang Bolla Toisuta adalah generasi “pertengahan” yang merupakan aset terbesar amanno di dunia perguruan tinggi saat ini. Tetapi, terkadang perjuangan individu maupun kelompok “kepuasaannya” dirasakan sesaat. Sementara, orang-orang di amanno yang masih banyak terlunta-lunta dengan masa depannya, mereka menentukan masa depan dalam situasi yang tidak berdaya. Kalau yang mampu, pasti yang punya kelebihan harta, sedangkan yang tidak, mereka terpaksa digilas zaman. Suatu proses penghilangan generasi amanno yang dipoles rapi oleh tangan kita sendiri.
Terlepas dari itu, apapun yang katong lakukan selama ini, belumlah maksimal, karena masih banyak bidang-bidang lain yang belum tersentuh, tetapi sepintas katong boleh bangga: Iko ku tentara: tambong. Ku polisi: hutaalo. Ku guru: si depu naa no. Ku dosen, tentunya baru seberapa, dan ini diupayakan untuk terus bertambah. Hanya kendalanya adalah iko harus isiapkan kuaawadio yang masih si iskola supaya bisa si kuliah, dan lain-lain. Kalau sudah ada modal itu saya yakin, target-target lainnya bisa dicapai.


Mubes: Menuju Proses Reaktualisasi

Pertanyaan kuncinya adalah, bagaimana terminologi sissodido ini diaktualkan lewat jejaring kerjasama antar komunitas sissodido sendiri?. Menurut hemat saya, terminologi ini atau bisa dikatakan semacam “falsafah hidup” yang terus berkembang dari generasi ke generasi tidak dimaknai secara fisik, atau berupa semboyan-semboyan, stiker-stiker di kaca mobil atau depan pintu rumah, yang sesungguhnya tidak memberi manfaat apapun. Sekedar menunjukkan bahwa “iko adalah sissodido” tapi realitasnya, esensi sissodido sendiri telah ditinggalkan oleh keluarga besarnya.
Fakta dari kata “sissodido” adalah kerja keras dengan menghilangkan ego sektoral marga dan semacamnya, yang sebenarnya dengan ego “kemargaan” itu akan mengancam integritas sissodido secara menyuluruh. Tidak heran kemudian, muncul pengkotak-kotakan marga dalam spektrum sissodido yang dikemas dengan kepribadian individualistic, semuanya menghalangi upaya-upaya ke arah kemajuan amanno.
Orang boleh membantah logika ini, tapi kenyataannya kita tidak mampu mendamaikan antara kata sissodido dengan marga: Saimima, Sanaky, Tuhepaly, Salatalohy, Patty, Wattihelu, Kaplale, Pattisahusiwa, Holle, dll. adalah sebuah kekuatan primordial yang bisa mengalahkan “keegoan marga”. Dalam hal ini sissodido adalah episentrum untuk melawan ego-ego kecil yang lahir sebagai lawan dari komunitas sissodido yang lebih besar.


Untuk apa kata sissodido dipertahankan?

Terdapat dua pilihan: sissodido untuk amanno, atau amanno untuk sissodido. Jadi kata Sissodido, melibihi suatu tujuan individual yang nyata-nyata bertentangan dengan upaya membangun amanno saat ini. Sedangkan amanno untuk sissodido adalah suatu proses kejiwaan yang mendasari perilaku dan tutur kata, bahwa sissodido tidak bisa disepelakan dalam konteks apapun ketika berhadapan dengan orang lain. Tetapi, prinsip seperti ini telah hilang, bahkan kita tidak mampu membedakan mana yang sissodido dan mana amanno. Belum bisa dipastikan sissodido merasa memiliki amanno secara utuh, karena masih terdapat perbedaan-perbedaan prinsip yang mengarah pada pengusungan ego, pamer, ria, yang memandang orang lain tidak boleh hebat dari mereka.
Mempertahankan kata sissodido, memerlukan suatu proses pembatinan yang sinergis dengan cita-cita untuk mempertahankan ciri khas, niat baik, kerjasama, komunikasi, dan sebagainya, agar semua orang tidak hidup dengan mengusung perbedaan (perbedaan yang tidak rasional) yang menimbulkan perpecahan di kalangan iko sissodido.


Pencitraan regenerasi Sissodido

Sejarah membuktikan bahwa di dunia politik dan birokrasi sissodido pernah berjaya: Pak Aziz Pattisahusiwa, Abang Edu Toekan (atau ada yang lain tapi saya tidak menyebutkan mereka). Generasi berikutnya adalah Abang Haji Thahir Saimima, Almarhum Abang Haji Ma’mun Polhaupessy. Generasi sekarang yang masih bertengger adalah Abang Mat Pelupessy, Bapa Rus Holle (atau lainnya). Mereka ini telah menikmati kejayaan itu, tapi tidak boleh mereka lupa, mata-mata jahil terus mengintip di balik jeruji birokrasi-politik. Tugas kita adalah mengantisipasi upaya penjatuhan terselubung yang akan dilakukan siapa dan dari manapun.
Bagaimana mengantisipasi semua ini? Mungkin penting untuk meningkatkan solidaritas dalam bentuk komunikasi verbal secara tertutup, khusus iko sissodido amane, tau bole na nukuko nemtere tua ihetu la laa. Sehingga dengan komitmen solidaritas ini, iko mampu membendung setiap upaya yang menjatuhkan ku mansiao. Kalau tau bisa iko iyoso hal ehe he, berarti ihadie ho amanno, tua iyarotako amane, tau usa ipikir na uduko ne heti ???


Pemetaan Kemajuan (Progressives Mapping)

Bidang-bidang yang saya maksudkan di awal, adalah pendidikan, pertanian, hukum, perdagangan, jasa dan semacamnya, penting diakomodir dalam Mubes ini. Karena ini adalah momen yang sangat penting untuk menyampaikan atau mengevaluasi berbagai macam ketertinggalan dan kemajuan selama ini. Oleh karena itu, dibutuhkan seperangkat data base, atau blue print yang mengontrol kinerja pengurus IKASSI yang terpilih nanti. Termasuk di dalam mengevaluasi program abadi amanno yaitu Siloue Basudarao. Dalam tataran ini saya tidak mengintervensi pemikiran siapapun, karena mengkritisi konsep siloue basudarao mengarah pada resistensi komunal dalam masyarakat sissodido. Itu berarti bukan kita tidak berani menyampaikan apa yang lebih akomodatif untuk kemajuan amanno, tetapi setidaknya kita bisa mengawalinya di Mubes ini.

Konsep Isahoa Misahoa

Persis satu tahun yang lalu, adik saya yang tampan-tampan, Giman dan Dino meminta saya menulis di Website IPPMASSI (www.ippmassi.co.cc), lalu saya meramu sebuah tulisan yang berjudul “Akseptabilitas Konsep Siloue Basudarao”. Benar sekali bahwa ide-ide kami dibalut oleh hegemoni osahoa, atau karena kami terlalu menghargai siapapun yang mendengar pandangan-pandangan kami tentang amanno. Kami sangat tertutup dan tidak mampu berkomunikasi tua mutuwao, tua maa awaao, kami takut di cap misahoa. Secara etis, konsep ini masih bisa dikritisi sepanjang tidak menimbulkan friksi, apalagi sampai ke arah: melepaskan suatu ikatan emosional iko sissodido. Kami yakin benar, konsep-konsep kami ditantang oleh orang-orang yang tidak berpandangan sama tentang kemajuan amanno. Karena kami dinilai osahoa.
Konsep iloue basudarao pun demikian, kami ulas dengan logika ekonomi yang mungkin tidak akan dipahami jika iloue basudarao “ada” bukan sekedar mengumpulkan uang, tetapi kita diperbiasakan untuk mengumpulkan keikhlasan hati antar sesama sissodido. Jadi, silouwe tidak bermakna tunggal seperti pemenuhan hak-hak orang yang silouwe semata, tapi dengan ilouwe basudarao iko i menyatu secara emosional.
Kalau menguraikan konsep ilouwe dengan beragam tujuan apakah seseorang dinilai isahoa? oleh karena itu, dengan Mubes ini kita dapat mengukur sesuatu yang lebih lembut sesuai dengan tekstur kultural amanno. Iko boleh ilarang mansia lahanno dengan misahoa naano, tapi apakah kita mampu mengatakan alasan yang masuk akal agar orang lain tidak dinilai osahoa?
Osahoa atau misahoa bukan untuk melawan logika patriarkhal (karena logika ini dikuasai oleh laki-laki misalnya) tetapi kita berupaya mewujudkan dan memberikan kesempatan bagi orang-orang muda untuk berkata dan berpikir mengikuti logika kewajaran mereka, bukankah berpikir untuk perubahan tidaik bertentangan dengan aturan manapun di dunia ini? Wallahu A’lam bisshawab.


Penutup

Tulisan ini saya akhiri dengan beberapa kesimpulan sementara yang meliputi program-program prioritas. Saya yakin ini merupakan bagian terkecil dari segudang problem di amanno saat ini. Kasus-kasus yang terjadi di depan mata, sempat menggoyahkan kekuatan kita. Misalnya kasus politik yang menimpa politisi kita dengan ancaman kekerasan dan sebagainya. Kasus sejarah amanno. Batas wilayah yang kemungkinan besar akan diklaim pihak lain: teritori laut, darat, bila perlu udara sekalipun, dengan desa-desa tetangga.
Elhau adalah salah satu contoh kongkrit bahwa secara historis, di satu sisi, kita membenarkan kepemilikan Elhau. Di sisi lain, secara yuridis formil Elhau memerlukan status hukum, bukan status sejarah. Dengan demikian, kita bisa mengklaim bahwa Elhau adalah milik mutlak iko sissodido. Tetapi sepanjang status hukumnya tidak jelas, mungkin mansiao lahanno, akan sitempuh berbagai cara untuk merebut Elhau dari tangan kita. Perebutan ini tentunya memberi dampak negatif bagi kesinambungan sejarah terhadap generasi kita. Hal-hal yang tidak mungkin dan tidak masuk akal perlu diperioritaskan, jika kita tidak ingin amanno di rongrong oleh kepentingan lain atas nama negara dan wilayah-wilayah tertentu.


Langkah kita.

Saya mengusulkan untuk program internal yaitu (1). membentuk tim yuridiksi dan interpreter yang berkaitan dengan blow up isu-isu politik dan hukum serta penulisan sejarah di luar kehendak kita; (2). secara tertutup, perlu adanya kekuatan khusus yang melindungi politisi atau masyarakat aman taunno dari tindakan fisik atau anarkisme, yang secara sengaja atau tidak menyerang harkat dan martabat amanno, dan jiwa secara individu. (3). Perlu ditempuh program kaderisasi kepemimpinan bagi adik-adik yang masih duduk di SMA, dengan durasi waktu yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Jika tulisan ini tidak sesuai dengan fakta, dengan segala kerendahan hati saya mohon dimaafkan. Karena apapun yang saya tulis tidak bermaksud menyingung siapapun di Mubes ini, mungkin saya terlalu idealis atau boleh jadi saya juga naïf: membela kepentingan amanno di atas kepentingan lainnya.
Kembali Ke Atas Go down
Manawalo'07
Ranking 3 (3 Bintang)
Ranking 3 (3 Bintang)
Manawalo'07

Male
Jumlah posting : 170
Lokasi (KOTA-PROV) : Jakarta
Registration date : 30.10.07

Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI Empty
PostSubyek: Re: Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI   Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI Icon_minitimeThu Apr 24, 2008 9:08 am

ASSALAMU 'ALAIKUM WR. WB.,

TULISAN KAULE FAHMI DI ATAS SANGAT MENGGUGAH DAN MENGANDUNG KRITIK SOSIAL YANG DALAM DAN MEMBANGUN. PALING TIDAK, MELALUI TULISAN INI, KAULE FAHMI SUDAH MEMBANTU KATONG UNTUK MENCOBA MEMBEDAH PERSOALAN KRUSIAL SISSODIDO SAAT INI DALAM KONTEKS FILSAFAT/FILOSOFI.

HARAPAN BETA, SEMOGA DI DALAM MUBES NANTI, PARA MUTUAO DAN SELURUH BASUDARAO MAU BERSABAR (MENAHAN EMOSI DAN EGO MASING2) DAN BERBESAR HATI UNTUK MENEMUKAN SOLUSI YANG SESUAI (OPTIMAL) ATAS ISYUE/PERSOALAN2 YANG DIHADAPI SISSODIDO TSB.

INSYA ALLAH, ALLAH SELALU MEMBERIKAN JALAN UNTUK UMMATNYA YANG BERIKHTIAR.

WASSALAM,
JAKARTA, 24/04/2008

MAN TUHEPALY
Kembali Ke Atas Go down
http://www.nasionalre.co.id
Ghye Saimima
Ranking 2 (4 Bintang)
Ranking 2 (4 Bintang)
Ghye Saimima

Male
Jumlah posting : 223
Lokasi (KOTA-PROV) : Kebun Cengkih Ambon
Registration date : 12.06.07

Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI Empty
PostSubyek: Re: Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI   Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI Icon_minitimeMon Apr 28, 2008 10:30 am

Fahmi Sallatalohy wrote:
Tetapi, terkadang perjuangan individu maupun kelompok “kepuasaannya” dirasakan sesaat. Sementara, orang-orang di amanno yang masih banyak terlunta-lunta dengan masa depannya, mereka menentukan masa depan dalam situasi yang tidak berdaya. Kalau yang mampu, pasti yang punya kelebihan harta, sedangkan yang tidak, mereka terpaksa digilas zaman. Suatu proses penghilangan generasi amanno yang dipoles rapi oleh tangan kita sendiri.


" Beta suka alinea ini."
Kembali Ke Atas Go down
http://www.mungare.multiply.com
Upang
Ranking 3 (3 Bintang)
Ranking 3 (3 Bintang)
Upang

Jumlah posting : 196
Lokasi (KOTA-PROV) : Bandung
Registration date : 03.12.07

Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI Empty
PostSubyek: Re: Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI   Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI Icon_minitimeMon Apr 28, 2008 12:20 pm

Suatu proses penghilangan generasi amanno yang dipoles rapi oleh tangan kita sendiri



Sama persis deng Ghye, tapi beta lebih suka lagi pada baris terakhirnya saja....
Kembali Ke Atas Go down
Upang
Ranking 3 (3 Bintang)
Ranking 3 (3 Bintang)
Upang

Jumlah posting : 196
Lokasi (KOTA-PROV) : Bandung
Registration date : 03.12.07

Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI Empty
PostSubyek: Re: Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI   Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI Icon_minitimeTue Apr 29, 2008 1:54 pm

...
“amii…? tau pernah ma mengenal Mubes, tapi ma rukun, ma nyaman nalaaa, kalo ma osoburu…? diyoma ni merdu nalaa? imi kantine kapoomi samaskali. Tapi tau apa-apa, ami mahitolo ni, ma kehe’e amanno wau womi nia, mijagalo mai-mai e?”



Beta terkesan sekali dengan penggalan kalimat diatas dari keseluruhan tulisan adinda Fahmi Lohi, bagian itu begitu menyentuh sampai membuat beta sangat terharu “sampai matau waiddu emnahu “saat membacanya.
Dialog imajinernya terasa benar-benar nyata, seolah-olah berdialog langsung dengan mutuwao, rasanya mereka dengan kearifannya memang berpesan seperti itu untuk kita semua. Salut buat dinda Fahmi imajinasinya sangat luar biasa, salut……..salut……salut !!!!
Kembali Ke Atas Go down
mukhlish
Ranking 5 (1 Bintang)
Ranking 5 (1 Bintang)
mukhlish

Male
Jumlah posting : 73
Age : 51
Lokasi (KOTA-PROV) : Bojong Gede, Bogor-Jawa Barat
Registration date : 13.01.08

Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI Empty
PostSubyek: Re: Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI   Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI Icon_minitimeWed Apr 30, 2008 4:18 pm

Beta seng tau mau panggil adik,abang atau om...atau bisa juga kaule, tapi ok.. untuk lebih enak saat ini beta panggil saudara Fahmi saja, mudah-mudahan dapat dipahami.
SALUT.....DAN BANGGA..............setelah membaca tulisan Fahmi yang begitu mengalir dan bermakna.

Beta sangat setuju sekali dengan beberapa bagian pada tulisan dimaksud. Masalah-masalah mendasar yang ada saat ini di AMMANO dan SISSODIDO diluar AMANNO digambarkan dengan sangat jelas dan enak dibaca. Walaupun terkadang agak biking pusing sadiki karena dikemas dengan embel-embel filsafat sehingga perlu sedikit waktu untuk get to the point.

Sekedar "iko rame" par biking rame pesta MUBES IKASSI.

WHAT NEXT.......BUT PLEASE REMEMBER YESTERDAY......

Melalui Radio Republik Indonesia (RRI), sebagai satu-satunya alat atau corong pemerintah pada saat itu sering kita dengar :
JUARA MTQ TINGKAT PROPINSI UNTUK KATAGORI DEWASA ADALAH ..... BUANG PELUPESSY, ....pada waktu yang lain ...MAKEUDIN SAIMIMA dan seterusnya..
Ucapan yang sama dari dewan juri untuk katagori REMAJA dan ANAK-ANAK selalu menyebut MASYARAKAT SE-AMANNO, mau pan/marga apa ....yang jelas sekian tahun forum MTQ di propinsi Maluku dikuasai SISSODIDO.
kebanggaan ini berlangsung sekitar tahun 1970-1980 an, sampai-sampai ada pendapat bahwa MTQ itu "hanya milik orang Sirisori Islam Saparua". Wow....bangganya....

Suara dewan juri seperti diatas atau minimal suara pembaca berita daerah di TV Ambon ingin sekali katong dengar menyebut nama-nama yang katong kenal telah mewarisi kejayaan SISSODIDO pada era sebelumnya dalam MEMBACA ALQURAN.
MAY IT IS JUST DREAM .......NOW....THE DREAM WILL COME TRUE...BUT DEPEND ON....OF COURSE OURSELF (AMMANNO LOLO ODU).

I DO AGREE WITH FAHMI'S OPINION, ....BAHWA FRAGMENTASI KEKUATAN SISSODIDO...."ALREADY DEATH".

Menyongsong MUBES IKASSI, dan merujuk kembali ke tulisan saudara Fahmi untuk bagian "LANGKAH KITA" butir 3 tentang regenerasi.

Tentunya banyak agenda penting yang telah masuk dalam daftar jadi untuk dibahas dalam MUBES yang telah disusun oleh panitia pelaksana.
Dengan tidak mengurangi otoritas dan sedikit agak "kurang ajar", tolong saudara...saudara yang terlibat langsung dalam mubes ini untuk meluangkan waktu membicarakan sedikit......sadiki saja.....masalah "TAMAN PENGAJIAN".

Sejarah Maluku dan bahkan Indonesia mencatat dengan sangat jelas peranan orang Sirisori Islam dalam awal perkembangan Islam di Nusantara, khususnya di Maluku.
MTQ mungkin hanya salah satu wadah orang kenal kampung kita, tapi coba tengok MESJID TUA WAPAANE di KAITETU, salah satu mushaf AL-QURAN tulisan tangan yang tersimpan didalam mesjid adalah hasil karya Putra Sirisori Islam.

Bagaimana Kampung sekarang.........menurut kabar burung suara "botol", suara fitnah (grumpi), suara besar (sombong) lebih banyak dari suara anak-anak yang sedang mengaji dan suara orang tua yang lagi Zikir.

ADA SATU PENDAPAT YANG DISEPAKATI OLEH SEMUA ORIENTALIS BARAT BAHWA ISLAM HANYA DAPAT DIHANCURKAN DARI DALAM.

Cukup dolo, konsep Isahoa-Misahoa dari saudara Fahmi perlu dipahami, untuk yang belum bisa menerima konsep tersebut, beta minta maaf.
Apresiasi buat saudara Fahmi, dan semoga dapat menyelesaikan doktoralnya dengan baik dan cepat.
Wassalam
Kembali Ke Atas Go down
http://www.dephub.go.id
Sponsored content




Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI Empty
PostSubyek: Re: Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI   Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI Icon_minitime

Kembali Ke Atas Go down
 
Catatan Ringan Jelang MUBES IKASSI
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Welcome tO ippmassi ONLINE community :: FORUM DISKUSI :: Tabaosss-
Navigasi: