...Buat Basudara yang mau berbagi...
 
IndeksPortalGalleryPendaftaranLogin

Share
 

 Langkah Toisutta Jabat KASAD Terkendala

Go down 
PengirimMessage
Evol Saimima
Ranking 3 (3 Bintang)
Ranking 3 (3 Bintang)
Evol Saimima

Male
Jumlah posting : 189
Age : 37
Lokasi (KOTA-PROV) : Ambon-Maluku
Registration date : 27.12.08

Langkah Toisutta Jabat KASAD Terkendala Empty
PostSubyek: Langkah Toisutta Jabat KASAD Terkendala   Langkah Toisutta Jabat KASAD Terkendala Icon_minitimeMon Nov 02, 2009 2:21 pm

Langkah Toisutta Jabat KASAD Terkendala

AMBON - Kendati nama Panglima Komando Strategis dan Cadangan Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal George Toisutta disebut-sebut bakal menjadi calon tunggal Kepala Staf TNI AD (KASAD) yang kini tengah dijabat Jenderal TNI-AD Agustadi Sasongko Purnomo, namun ternyata langkah salah stau putra terbaik Maluku ini masih terkendala.
Pasalnya nama Letjen George Toisutta dipastikan tidak akan menjadi salah satu calon tunggal KASAD, karena masih terdapat Letjen Suryo Prabowo yang kini menempati jabatan Wakil Kasad (Wakasad) juga bakal diusulkan oleh Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso ke Presiden untuk mengisi jabatan KASAD.
“Saya kira Pangkostrad Letjen George Toisutta bukan calon tunggal KASAD. Ada juga Letnan Jenderal Suryo Prabowo yang kini menempati jabatan Wakasad bakal oleh Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” ujar Pengamat Militer dari FISIP Universitas Pattimura, M. Jen Latuconsina, S.IP, MA kepada Radar Ambon, Minggu 1 November.
Menurutnya, sesuai dengan mekanisme internal TNI-AD, biasanya pengusulan KASAD dilakukan melalui sidang dewan kepangkatan jabatan tinggi TNI (Wanjati). Dimana melalui mekanisme Wanjati, Panglima akan mengantongi nama-nama perwira tinggi TNI-AD yang memenuhi persyaratan jabatan KASAD. Sehingga bagi perwira tinggi TNI-AD, yang memiliki kepangkatan Jenderal/Letnan Jenderal, tentu akan dinominasikan untuk diusulkan oleh Panglima kepada Presiden, untuk selanjutnya Presiden yang menentukan siapa perwira tinggi TNI-AD yang layak untuk menempati posisi KASAD.
Ditubuh TNI-AD saat ini hanya terdapat dua perwira tinggi yang memiliki kepangkatan bintang tiga, yakni ; Letjen George Toisutta dan Letjen Suryo Prabowo. Kedua-duanya juga merupakan lulusan AKABRI 1976. Namun dari segi usia, Letjen George Toisutta lebih tua setahun dari usia Letjen Suryo Prabowo.
Dimana Letjen George Toisutta lahir di Makassar 1 Juni 1953, sedangkan Letjen Suryo Prabowo lahir di Semarang 15 Juni 1954.
Lebih jauh kata Latuconsina, seberapa besar peluang Letjen George Toisutta untuk diusulkan Panglima TNI kepada Presiden sehingga bisa menempati jabatan KASAD tentu terpulang kepada mekanisme wanjati.
Jika berdasarkan mekanisme wanjati, Panglima hanya mengusulkan nama Letjen George Toisutta sebagai calon KASAD tentu langkah Letjen George Toisutta akan mulus untuk menempati jabatan KASAD.
Namun jika sebaliknya nama Letjen George Toisutta dan Letjen Suryo Prabowo sama-sama diusulkan Panglima TNI kepada Presiden, maka Presiden tentu yang lebih berhak menilai siapa dari kedua perwira tinggi berbintang tiga ini yang layak menempati jabatan KASAD.
“Kalau Panglima TNI akhirnya mengusulkan dua nama calon KASAD melalui mekanisme Wanjati kepada Presiden, tentu Presiden akan menentukan siapa yang lebih layak menempati jabatan KASAD, karena kapasitas kedua perwira tinggi itu akan menjadi pertimbangan utama bagi Presiden dalam menentukan siapa yang lebih pas untuk menempati jabatan KASAD,” ujarnya.
Selain itu, kata Latuconsina menyangkut pertimbangan promosi jabatan Letjen George Toisutta oleh Presiden, yang dikaitkan sebagai bagian dari politik akomodasi putra terbaik Maluku di jajaran TNI-AD, tentu bukan didasarkan atas pertimbangan demikian.
Hal ini dikarenakan penentuan seorang perwira tinggi TNI-AD untuk mengisi jabatan KASAD lebih mengedepankan pertimbangan-pertimbangan profesionalisme, ketimbang mengutamakan pertimbangan-pertimbangan politik.
Karena itu, menurut Latuconsina Presiden tentu tidak akan gegabah mengintervensi internal TNI-AD dengan lebih mengedepankan politik akomodasi dalam rotasi jabatan di tubuh TNI-AD. Namun profesionalisme merupakan pertimbangan rasional yang akan lebih dikedepankan presiden dalam menentukan siapa perwira tinggi TNI-AD yang lebih pas untuk menempati jabatan KASAD tersebut.
Apalagi paradigma TNI saat ini sudah berbeda ketimbang di era Presiden Suharto dulu, dimana TNI sendiri enggan dipolitisasi oleh institusi tinggi negara demi kepentingan politik sesaat.
“Tentunya merit sistem dalam rotasi jabatan di tubuh TNI-AD saat ini, akan lebih dikedepankan oleh Presiden SBY dalam penentuan jabatan KASAD, ketimbangan mengedepankan spoil sistem yang lebih mengutamakan kedekatan personal-emosional maupun pertimbangan-pertimbangan politik lainnya, seperti yang sering di praktekkan Presiden Suharto dulu ketika ikut menentukan rotasi jabatan srategis di tubuh TNI-AD,” tegas Latuconsina.

SOSOK GEORGE TOISUTTA


Mantan Pangdam XVII Trikora dan Pangdam III Siliwangi Mayjen George Toisutta diangkat menjabat Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menggantikan Letjen Erwin Sudjono yang dipromosi menjabat Kepala Staf Umum TNI yang sebelumnya dijabat Letnan Jenderal Endang Suwarya yang telah memasuki pensiun.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Djoko Santoso memimpin serah terima jabatan (Sertijab) dari pejabat lama Letjen Erwin Sudjono ke pejabat baru Mayjen George toisutta, di lapangan Markas Komando Divisi I Kostrad Cilodong, Selasa 13 November 2007 silam.
Hadir antara lain mantan Menhankam/Pangab Wiranto, mantan KSAD Wismoyo Arismunandar, dan mantan Pangkostrad Bibit Walujo.
Mayjen George Toisutta sebelumnya menjabat Panglima Operasi (Pangkoops) TNI di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Pangdivif I Kostrad Jakarta dan dua kali sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Kodam), yaitu Pangdam XVII Trikora dan Pangdam III Siliwangi.
Pria kelahiran Makassar, 1 Juni 1953, itu menamatkan pendidikan militer di Akabri pada tahun 1976. Mengawali karir militernya pada 1978 sebagai Komandan Pleton 1-Kipan-C Yonif-74/BS.
Sepuluh tahun kemudian diangkat sebagai Kasi-2 Ops Brigif -1/PIK Kodam Jaya, dan satu tahun kemudian dipercaya Wakil Komandan Yonif-201/JYB Kodam Jaya.
Ayah tiga anak alumni Sesko Angkatan Darat 1992 itu, kemudian dipercaya menduduki Kepala Staf Divisi-2 Kostrad, Kasdam Jaya pada 2003, Pati Mabes TNIB pada 2003 dan menjadi Panglima Divisi-1 Kostrad Jakarta 2004.
Tahuna 2005 diangkat sebagai Pangdam XVII/Trikora, dan Pangdam III/Siliwangi pada 2006. George juga sempat melaksanakan tugas dalam operasi militer di Timor Leste dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD). (RE)
Kembali Ke Atas Go down
 
Langkah Toisutta Jabat KASAD Terkendala
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Welcome tO ippmassi ONLINE community :: FORUM DISKUSI :: Kabar Maluku-
Navigasi: