...Buat Basudara yang mau berbagi...
 
IndeksPortalGalleryPendaftaranLogin

Share
 

 George Toisutta Jabat KASAD

Go down 
PengirimMessage
Evol Saimima
Ranking 3 (3 Bintang)
Ranking 3 (3 Bintang)
Evol Saimima

Male
Jumlah posting : 189
Age : 37
Lokasi (KOTA-PROV) : Ambon-Maluku
Registration date : 27.12.08

George Toisutta Jabat KASAD Empty
PostSubyek: George Toisutta Jabat KASAD   George Toisutta Jabat KASAD Icon_minitimeSun Nov 08, 2009 6:59 pm

George Toisutta Jabat KASAD
SBY Ganti Tiga Kepala Staf TNI

JAKARTA - Tiga pucuk pimpinan tertinggi di lingkungan TNI-AD, TNI-AL, dan TNI-AU segera berubah. Itu terjadi setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan penggantian tiga kepala staf TNI sekaligus.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo akan digantikan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI-AD (Pangkostrad) Letjen George Toisutta.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Tedjo Edhi Purdijatno segera digantikan Laksamana Madya Agus Suhartono yang sekarang masih menduduki jabatan Inspektur Jenderal (Irjen) Dephan.
Sedangkan kepala staf TNI-AU akan diisi Marsekal Muda Imam Sufaat. Dia menggantikan Marsekal Soebandrio. Imam yang masih bintang dua saat ini menjabat Panglima Koopsau I. Tiga kepala staf baru itu dijadwalkan dilantik pada Kamis 12 November.
Kepala Dinas Penerangan TNI-AD Brigjen Christian Zebua mengatakan, penggantian KSAD dilaksanakan secara wajar. ''Sudah direncanakan,'' kata Zebua saat dikonfirmasi di Jakarta kemarin.
Menurut jenderal bintang satu itu, dengan menjabat KSAD, Letjen George Toisutta secara otomatis akan promosi menjadi jenderal penuh alias bintang empat. "Sertijab dilakukan setelah pelantikan oleh presiden di Istana," kata Zebua.
Kepala Dinas Penerangan TNI-AU Marsekal Pertama Bambang Sulistyo mengatakan, Imam selaku KSAU baru masih bintang dua. Karena itu, sebelum dilantik menjadi pimpinan tertinggi di TNI-AU, Imam akan menjalani promosi menjadi wakil KSAU. "Jadi, dari bintang dua, ke bintang tiga lalu bintang empat," kata Bambang di Jakarta kemarin.
Kepala Dinas Penerangan TNI-AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul menegaskan, pergantian KSAL merupakan proses yang wajar. "Itu rutin saja," ujarnya.
Sosok George Toisutta populer sejak bertugas di Aceh. Sebelum menjadi Pangkostrad, Toisutta memang menjabat Panglima Operasi (Pangkoops) TNI di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Pria kelahiran Makassar, 1 Juni 1953, itu menamatkan pendidikan militer di Akabri pada 1976. Pada 1978, dia mengawali karir sebagai Komandan Peleton 1-Kipan-C Yonif-74/BS.

COPOT KAPOLRI
Pergantian 3 kepala staf Tentara Nasional Indonesia secara serentak dinilai tak bisa dilepaskan dari kekisruhan KPK vs Polri belakangan ini. Langkah ini dilakukan sebagai batu loncatan Presiden untuk kemudian mencopot Kapolri dan Jaksa Agung.
Demikian dikatakan mantan Jubir Kepresidenan era Gus Dur, Adhie Massardi, di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Sabtu 7 November.
"Ini (pergantian) bisa dilakukan sebagai batu loncatan agar tidak mencolok, agar terlihat seperti pergantian reguler (Kapolri dan Jaksa Agung)," kata Adhie.
Menurut Adhie, hal ini bisa jadi sebuah blunder. Sebab sejumlah rakyat menginginkan pergantian Kapolri dan Jaksa Agung terkait kekisruhan KPK vs Polri, bukan pergantian rutin biasa.
"SBY diharapkan bersikap seperti Gus Dur dan Habibie. Ketika TNI saat itu jadi simbol buruk masyarakat, Prabowo mundur dan Wiranto mundur. Mereka mundur dengan legowo dan bisa menjelaskan kepada masyarakat alasannya mereka cinta korps TNI, mereka tidak mau jadi simbol kesalahan di masyrakat. Dan mereka justru jadi dapat simpatik besar dari masyarakat," jelas Adhie.
Pergantian 3 kepala staf ini, lanjut Adhie, akan menyakitkan bagi tubuh TNI sendiri. "Ini sama saja dengan menyelesaikan masalah dengan masalah baru," pungkasnya.
Seperti diberitakan, KSAD Jenderal TNI Agustadi Sasongko akan digantikan Letjen TNI George Toisutta yang saat ini menjabat Pangkostrad. KSAL akan dipercayakan kepada Laksamana Madya Agus Suhartono, menggantikan Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno. Saat ini, Agus Suhartono masih menjabat sebagai Irjen Dephan.
Sementara KSAU akan dijabat Marsekal Madya Imam Sufaat, menggantikan Marsekal Subandrio. Saat ini, Imam Sufaat menjabat sebagai Panglima Komando Operasi Angkatan Udara.

TIDAK ADA JABAT WAKIL MENTERI
Meskipun akhir-akhir ini disebut-sebut salah satu putra terbaik Maluku akan mengisi posisi Wakil Menteri di Kabinet SBY-Boediono, namun ternyata informasi tersebut masih diragukan kebenarannya.
Pasalnya dari sejumlah figur, baik yang berasal dari politikus partai maupun yang berasal dari kalangan profesional, yang meramaikan bursa Wakil Menteri, tidak terdapat satu-pun figur putra terbaik Maluku, yang disebut-sebut meramaikan bursa Wakil Menteri.
”Dari sejumlah figur, baik yang berasal dari politikus partai maupun yang berasal dari kalangan profesional, yang meramaikan bursa Wakil Menteri, tidak terdapat satu-pun figur putra terbaik Maluku,” ujar M.Jen Latuconsina, S.IP, M.A, Staf Pengajar Program Study Ilmu Pemerintahan, Fisipol Unpatti kepada Radar Ambon di Ambon, kemarin.
Dikatakannya, dari sejumlah figur yang meramaikan bursa Wakil Menteri saat ini antara lain ; Putra Jaya Husin mantan anggota DPR dari komisi perhubungan Fraksi PAN, Sharif Cicip Soetardjo pengusaha yang menjadi ketua tim sukses Aburizal Bakrie dalam Munas Golkar di Riau, ekonom; Raden Pardede, M. Chatib Basri dan Anggito Abimanyu Kepala Badan Fiskal Departemen Keuangan.
Tidak masuknya putra terbaik Maluku dalam bursa Wakil Menteri, dinilainya partai politik koalisi pemerintahan SBY-Boediono di level pengurus pusat sendiri tidak menyiapkan putra terbaik Maluku untuk dinominasikan menjadi Wakil Menteri.
Padahal di PAN terdapat Sayuti Asatri, Golkar terdapat Fredy Latumahina, Demokrat terdapat Balkan Kaplale. Sedangkan dari kalangan profesional terdapat Alex Retraubun Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Departemen Perikanan dan Kelautan, serta Razak Thaha Direktur Pascasarjana Unhas.
Lebih jauh kata Jen, tidak disiapkannya putra terbaik Maluku oleh partai politik koalisi pemerintahan SBY-Boediono di level pengurus pusat, menandakan partai politik sendiri gagal dalam menjalankan fungsinya. Fungsi tersebut menyangkut rekruitmen politik. Karena itu, jika sejak awal partai politik koalisi pemerintahan SBY-Boediono di tingkat pengurus pusat menyiapkan putra terbaik Maluku, tentu sudah sejak dini rakyat di provinsi seribu pulau ini, akan mendengar nama putra terbaik Maluku tersebut meramaikan bursa Wakil Menteri.
“Saya kira salah satu fungsi dari partai politik adalah rekrutmen politik. Dimana dalam fungsi ini partai politik melakukan seleksi terhadap seseorang untuk melaksanakan peranan dalam sistem politik. Karena itu, jika partai politik koalisi pemerintahan SBY-Boediono di level pengurus pusat mampu melihat apsirasi rakyat Maluku, sehingga dengan sungguh-sungguh mengimplementasikan fungsi rekrutmen politik, tentu akan ada putra terbaik Maluku yang disiapkan untuk menempati jabatan Wakil Menteri,” jelasnya
Namun kata Jen, kendati tidak terdapat putra Maluku yang meramaikan bursa Wakil Menteri, tentu selaku rakyat Maluku tidak perlu pesimis. Sebab keputusan menyangkut pengangkatan seseorang Wakil Menteri berada ditangan Presiden, yang memiliki hak prerogatif untuk jabatan tersebut.
”Sehingga bisa saja kedepan akan ada kejutan, dimana terdapat putra terbaik Maluku yang mengisi jabatan Wakil Menteri atas penunjukan dari Presiden. Begitu-pun dari sejumlah figur yang meramaikan bursa Wakil Menteri, tentu tidak semuanya akan ditunjuk sebagai Wakil Menteri,’’ tegas mantan wartawan ini. (rdl/agm/mpr/lrn/re)
Kembali Ke Atas Go down
 
George Toisutta Jabat KASAD
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Welcome tO ippmassi ONLINE community :: FORUM DISKUSI :: Kabar Maluku-
Navigasi: